About Us

Pastor

Asistant-Pastor

Gereja Bethany Gorontalo berdiri pada bulan Oktober 2003, dan dimulai dengan jemaat 5 orang. Mulai dari saat itu hingga pada bulan April 2007 jemaat beribadah dengan berpindah-pindah tempat. Mulai dari meminjam gedung gereja, sekolah, gedung Kodim, bekas gudang kopra dan akhirnya menempati sebuah tanah yang berhasil dibeli pada tahun 2005.
Mulai dari pembelian tanah sehingga saat ini, mujizat Tuhan tidak berhenti. Tidak pernah terbersit dalam benak kami maupun para pengerja Gereja untuk bisa membeli sebidang tanah, karena sangat sulit untuk mendapatkan tanah dan juga ijin-ijinnya untuk membangun sebuah bangunan tempat ibadah. Tetapi tangan Tuhan bekerja dengan nyata, tanah yang tidak dijual akhirnya dijual, ijin yang diperkirakan tidak didapat – ternyata hanya dalam jangka waktu 10 hari ijin pembangunan tempat ibadah bisa keluar. Puji Tuhan.
Selama kurang lebih 2 tahun pembangunan gedung tahap awal akhirnya bisa dirampungkan. Untuk sementara jemaat beribadah menggunakan lantai dasar yang seyogyanya akan digunakan untuk anak-anak sekolah minggu dan toko buku. Dan sementara beribadah di lantai dasar, kami secara perlahan-lahan menyelesaikan tahap pembangunan kedua yaitu Lantai II.
Akhirnya pada tanggal 24 Desember 2008, jemaat memulai ibadah perdana di lantai II yang berdaya tampung 750 orang. Lantai waktu itu masih belum di tegel, dan semua masih di”set” apa adanya. Namun yang menjadi perhatian kami adalah pada saat kami memperhatikan foto-foto pembangunan Lantai II (yang kami pergunakan sebagai tempat ibadah pada saat ini), kami menemukan di foto-foto tersebut banyak sekali gelembung-gelembung (sebut saja bubble) yang memenuhi tempat itu. Pada awalnya pemilik kamera berpikir bahwa kameranya rusak, namun “bubble” tersebut hanya terlihat di hasil pemotretan dalam gedung tempat ibadah dan hasil kamera tersebut baik-baik saja untuk memotret tempat lain. Kami mencoba untuk memotretnya dengan kamera lain, namun hasilnya tetap sama, “bubble” tersebut tetap ada.
Anehnya, ‘bubble’ itu hanya dapat terlihat di kamera dan tidak nampak oleh mata telanjang. Kemudian ada seorang jemaat dari cabang gereja kami yang memberitahukan mengenai fenomena serupa yang juga terjadi di tempat lain seperti di Jepang, Lampung, Srilangka dan juga di Gereja Bethany Marisa tempatnya beribadah. Menurut majalah “Get Fresh” edisi tahun ke-9 | 2008 bulan November 2008, anak-anak Tuhan dan Hamba-Hamba Tuhan menafsirkan itu sebagai koin emas, dan menurut www.revivalasia.com , ‘bubble’ itu adalah lambang kehadiran Tuhan / malaikat-malaikatNya.
Namun ada seorang jemaat kami yang juga pendoa syafaat, dia mendapatkan penglihatan dengan mata kepalanya sendiri suatu hujan koin emas, beserta dengan kuncinya, padahal dia tidak tahu bahwa kami sudah memiliki foto-foto penampakan “bubble” tersebut. Puji Tuhan, hingga saat tulisan ini dibuat, bubble itu masih nampak di setiap ibadah yang kami adakan. Bahkan saat tidak ibadahpun ‘bubble’ itu masih terekam di kamera.
Bagi kami itu adalah kasih karunia Tuhan secara khusus yang Tuhan berikan. Dan juga dengan mengingat nubuatan-nubuatan para Hamba Tuhan yang pernah datang di gereja kami, Allah sudah menguatkan kami dengan fenomena ini bahwa Dia akan menggenapi semua nubuatan yang sudah disampaikan kepada kami untuk menjadi berkat dan juga terang bagi kota Serambi Medinah ini. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.