Monthly Archives: September 2017

KEARIFAN – PS. DAVID HANANIPicture1

Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak. Efesus 5:15(BIS)

Didalam Tuhan seharusnya setiap kita menjadi bijak.  AMSAL bagian 9 – bagian A; JALAN ORANG BENAR, “ Kita memang  tidak memerlukan karakter ilahi agar dapat hidup … tetapi jika kita ingin hidup yang berarti dan memiliki tujuan, kita memerlukan karakter Tuhan di dalam hidup kita”. Cara atau pola Tuhan dalam mengambil keputusan disamaartikan dengan kebenaran dan setiap kali kita melihat kata kebenaran dalam alkitab maka kata itu sinonim dengan karakternya Tuhan, didalam Amsal kata BENAR dan kata KEBENARAN sangat sering digunakan pada Amsal 8:20, 12:28 dikatakan bahwa “Hikmat menunjukkan jalan kebenaran”. Setiap orang memiliki mimpi dan ambisi tetapi hanya mimpi yang benar atau mimpi yang berkarakter Allah yang akan memiliki harapan yang membuahkan hasil.

 

Kitab Amsal memberikan kita 3 alasan mengapa kita harus memilih jalan kebenaran:

 

#1. TUHAN ADALAH TUHAN YANG ADIL/BENAR

 

Karakter Tuhan sama artinya dengan kebenaran. Kebenaran yang sejati bukan hanya sekedar kita menaati aturan, bukan! Banyak orang berpikir karena kita tidak keliru maka kita telah menjadi orang benar, kekudusan dan kesucian kita alkitab katakan seperti “Kain kotor” itulah sebabnya tidak cukup setiap minggu beribadah, kita perlu memperbaiki standart moral kita pribadi; Kebenaran adalah bagaimana kita hidup dekat dengan Tuhan.

Yesus berkata bahwa mudah untuk melakukan peraturan hanya dari luarnya saja akan tetapi lebih mudah untuk berdosa di dalam hatinya. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai gambar diri dan sifat-sifat Allah kita harus mengetahui siapa Tuhan itu:

Siapakah Tuhan itu? – 1 Yohanes 1:5

  1. Tuhan adalah Allah kebenaran (Mazmur 11:7, Amsal 8:6)
  2. Perkataan Tuhan adalah perkataan kebenaran (Amsal 8:8-9, Ibrani 12:25, Daniel 9:14)
  3. Tindakan Tuhan adalah tindakan kebenaran. Mengapa ? sebab tidak ada seorangpun yang berhasil membuktikan bahwa tindakan Tuhan pernah salah (Zefanya 3:5, Matius 5:48)
  4. Tuhan ingin kita menjadi orang benar (Roma 4:5)
  5. Kita menerima kebenaran dengan iman.

 

#2 TINGGAL DALAM JALAN KEBENARAN

 

Amsal  12:5, Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya.(TB)

  1. Pikiran kita mulai dipenuhi dengan pikiran yang benar

Pikiran orang benar memikirkan hal yang benar, Amsal 23:16 “…….bibirmu mengatakan yang jujur”.(TB)

  1. Bicara kita mulai penuhi dengan perkataan yang benar

Bibirmu mengucapkan apa yang benar, Amsal 21:8 “ Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.”TB

  1. Perbuatan kita mulai dipenuhi dengan perbuatan yang benar

Amsal 21:8, ia melakukan apa yang benar, “ Jika Setan tidak dapat menghentikan jalan kita menuju surga, ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menghalangi kita bertumbuh di dalam Kristus!”

 

Tuhanlah yang mampu membenarkan kita anak-anaknya, bukan manusia ataupun tindakan kita. Bukan sama sekali. Dosa sesama manusia ada efeknya tetapi dosa melawan Allah adalah kutuk dan penderitaan itu sudah dihapus dan Yesus berkata “Dosanya Aku sudah tanggung di kayu salib”. Apa yang harus kita lakukan? Tinggal didalam kebenaran. Apabila kita hidup dijalan kebenaran, kita harus berpikir, berbicara dan melakukan hal yang benar dan itulah yang Yesus katakan dan Yesus mau dalam kehidupan kita.

Tuhan ingin anak-anakNya berpikir benar bicara benar dan bertindak yang benar artinya adalah yang kita pikirkan adalah hal-hal yang lurus maka perkataan kita akan berarah lurus begitupun dengan tindakan kita. Amien @tjrock

 

 

Ringkasan Khotbah

Minggu, 03 September 2017

 

 

3 TIPE ORANG KRISTEN By. PDT. FRANKY HARDIPURA

03-09-17Dalam tema kali ini mari kita belajar untuk mengoreksi diri bahwa kita berada pada tipe kondisi iman kekristenan yang mana tepatnya, dan sebelumnya mari kita ketahui terdahulu tentang 7 besar prinsip perihal kekristenan yang sangat mendasar/ atau boleh menjadi satu pembelajaran dan pemahaman buat gereja, sebab tidak sedikit dari kita yang katanya percaya pada Kristus kurang bisa memahami dengan baik pengertian tentang kekristenan itu sendiri. Dan kekristenan yang pasti bukan hanya sekedar belajar tentang agama tetapi kekristenan belajar banyak hal tentang kepribadian tentang Kristus :

 

Prinsip Kekristenan yang besar tentang:

  1. Kebersaman- Kis 11:26
  2. Antusis selalu mendengar injil- Kis 11:28
  3. Tetap kuat sekalipun dalam kesukaran- 1 Petrus 4:16
  4. Pemindahan kegelapan masuk ke ker jaanNya- Kolose 1:13
  5. Suka memuji Tuhan- Kis 2:47
  6. Dijagai oleh Tuhan- Matius 16:18
  7. Kekuasaan / kekuatan daripada Tuhan –

     Efesus 1:22-23

 

Dan yang harus kita pahami adalah 3 (tiga) golongan kekristenan dalam hidup kita dan yang masih ada dalam golongan gereja:

 

  1. Golongan Kristen yang disamakan dengan Kentang.

Kristen kentang ini berbicara tentang 3 sifat tanaman kentang yang menonjol:

1). Manja dalam pertumbuhan, dalam mengalami pertumbuhan dan pembuahan perlu tanah yang baik dan berunsur air yang cukup. Dalam artian pertumbuhan kentang dalam Ibrani 5:13-14 sama artinya dengan Kristen anak kecil atau Kristen yang tidak kuat Kristen, tidak mau hidup susah, Kristen yang cepat tersinggung, tak mau dimarahi, hanya menerima tetapi tidak mau memberi dan hanya mau berbicara pada seseorang tetapi tidak mau orang bicarakan tentang dirinya. 2). Cepat beradaptasi, dalam paham negatifnya adalah memiliki kepribadian yang ganda, Lukas 22:57 disamakan seperti Petrus yang sewaktu-waktu bisa cinta Tuhan dan pernah merasa tidak pernah kenal sama sekali pada Tuhan ketika Tuhan masuk dalam proses penyaliban. 3). Pembuahannya di dalam, dalam artian berbuat segala sesuatu aman bagi diri sendiri tanpa pedulikan orang sekeliling.

 

  1. Golongan Kristen Cafetaria (Kristen rumah makan).

Contoh seorang yang mau mengunjungi rumah makan yang terbaik. Inilah tipe orang yang ingin mencari gereja yang terbaik dan ternyaman agar tidak mengeluarkan duit banyak untuk rumah Tuhan dan tipe yang mencari kepentingan ketika susah dalam pekerjaan susah dan ketika memerlukan sesuatu dia mulai mencari Tuhan- Filipi 22:21. Pada Yesaya 29:13 kristen rumah makan ini berbicara pada hal ini, mereka datang sepertinya memuliakan Tuhan akan tetapi hati mereka bukan pada Tuhan,  yang dilakukannya hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.

 

  1. Golongan Kristen yang saleh – Kis 5:29,

Ada satu larangan ketika Petrus berbicara tentang injil tetapi Petrus sendiri bersama rasul lainnya lebih taat dan giat memberitakan injl Tuhan. Jadi Kristen saleh itu akan menolak perkataan orang yang melarangnya untuk pemberitaan injil dan tetap berani bicarakan tentang Kristus dengan standart gereja yang kita dapatkan. Seorang Kristen yang saleh selalu berpegang kepada komitment atau keteguhan hati/jati dirinya sendiri, seperti Yusuf (Kej 39:10-12), Nabi Nuh (Kejadian 6:14, 22) dan juga seperti Ayub pada Ayub 2:9-10. Ketika Tuhan memproses dalam hidup kita saat itu juga Tuhan akan mengangkat kita lebih tinggi lagi dan kita akan juga dimuliakan Tuhan, jadilah Kristen saleh kepada Tuhan. Amien. @tjrock