CARA MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI DALAM TUHAN ( KEJADIAN 1:26-27)

images1BethanyGorontalo – Kita percaya setiap manusia dilahirkan dalam dunia ini memiliki potensi-potensi diri yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan. Beberapa cara mengembangkan potensi diri dalam Tuhan yang bisa dilakukan :

1. Memperluas wawasan

Hal terpenting adalah kita harus mengenal Tuhan sebagai sumber pengetahuan kita, Alkitab sudah menegaskan bahwa “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” – Amsal 1:7, kita harus memandang kehidupan iman ini dengan mata iman sendiri. Dan menyemangati diri kita bahwa bersama dengan Tuhan akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa (Mazmur 60:14). Wawasan kita juga harus ditambah dengan terus belajar. (2 Petrus 1:5,8)

2. Mengembangkan gambar diri yang sehat

Dalam perspektif Tuhan setiap kita sangat berharga di mata-Nya. Tetapi karena dosa manusia kehilangan pengenalan diri yang benar kepada dirinya. Akibatnya, potensinya tidak berkembang. Kita harus melandasi gambar diri kita seperti yang Tuhan berikan. Keberhasilan kita untuk meraih sesuatu tujuan sangatlah bergantung bagaimana kita memandang diri kita sendiri dan apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri juga. Hal ini akan menentukan tingkat kepercayaan kita ketika kita akan bertindak. Fakta menyatakan bahwa kita tidak akan pernah meleset lebih tinggi dari apa yang kita bayangkan mengenai diri sendiri.

3. Temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu

Target utama serangan musuh adalah pikiran kita sendiri, ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan tujuan, Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran. Penulis kitab Amsal menulis demikian : “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”- Amsal 4:23. Dari hatilah segala sesuatu dimulai. Itu sebabnya bila hati tidak dijaga dengan baik, akan menyebabkan terhambatnya semua potensi diri, sehingga membuat hidup tidak berdaya. Tetapi sebaliknya dengan menjaga hati yang adalah pusat pikiran, perasaan dan kehendak, maka potensi diri akan berkembang sehingga memancarkan kehidupan.

4. Lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi

Setiap diri kita memiliki masa lalu baik itu yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, biasanya sulit bagi kita untuk melupakan masa yang gelap, yang pahit, yang menyakitkan dan menyedihkan. Akibatnya banyak orang hidup dalam bayang-bayang masa lalu itu, sehingga potensi dirinya tidak berkembang. Rasul Paulus menulis tentang meninggalkan masa lalu dalam suratnya kepada jemaat di FIlipi dalam Filipi 3:13-14. Kita mungkin telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup, jika kita ingin hidup dalam berkemenangan kita tidak boleh memakai TRAUMA masa lalu kita tetapi kita harus berani menjadikan masa lalu sebagai alasan/sikap buruk kita dan membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

5. Temukan kekuatan didalam keadaan yang paling buruk

Keadaan yang buruk membuat kebanyakan orang menjadi takut, pesimis dan patah semangat serta panik. Itulah yang terjadi dalam banyak orang termasuk orang Kristen. Elisa menunjukkan bahwa ia menemukan kekuatan dibalik keadaan paling buruk yang dihadapi mereka. Kekuatan yang ditemukan dalam keadaan terburuk yang bisa dilakukan yaitu : 1) Berdoa. 2) Meminta dukungan mentor rohani. Apa yang Tuhan kerjakan untuk kita? 1) Penyertaan-Nya. 2) Porsi masalah sebenarnya. 3)Pertolongan. 4) Hikmat.

6. Member dengan sukacita

Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita. Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahan-Nya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam perilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain. Berkaitan dengan memberi dengan sukacita, rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus menulis demikian dalam 2 Korintus 9:6-8.

Tuhan dalam anugerah-Nya yang melimpah telah mengaruniakan potensi kepada kita untuk memperoleh berkat dalam hidup kita. Baik melalui usaha dan juga pekerjaan kita. Tuhan memberkati kita dengan tujuan supaya kita bisa menjadi berkat kepada orang lain dan juga bagi pekerjaan Tuhan. Amin @tjrock