Kesaksian Pongky “Jikustik” Barata

Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan

Pertamakali masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei 2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum, setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya, sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.

Double Blessing

Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja. Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil anak kedua.

Memulai Pelayanan

Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia adalah sahabat saya Bobby One Way.

Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”. Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya melalui musik.

Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA. (js-tb/164)