Angka bunuh diri di Indonesia mengalami peningkatan

bunuh diriBethany Gorontalo – Angka bunuh diri di Indonesia akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang    besar sehingga menimbulkan perbincangan yang hangat di salah satu TV swasta yang mengundang para tokoh agama dan beberapa pakar psikolog:Ternyata dari pembicaraan yang ada didapati suatu opini dari pakar psikolog bahwa penyebab dari orang melakukan bunuh diri adalah karena orang tersebut ( yang melakukan bunuh diri ) tidak lagi dapat melihat apa yang ada dalam dirinya, sehingga orang itu menolak dirinya sendiri karena merasa sudah tidak menarik lagi, dengan kata lain orang itu sudah rusak gambar dirinya. Sehingga orang-orang yang memiliki gambar diri yang rusak ini memiliki kecenderungan untuk mengakhiri hidupnya.

Gambar diri sangat menentukan keberadaan kehidupan seseorang entah kehidupan yang baik ataupun kehidupan yang buruk. Dan setiap manusia di perhadapkan dengan dua hal kemungkinan dalam hidupnya yang selalu berdampingan yaitu susah – senang, sakit – sehat, rugi –untung, dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan. Semua hal ini tergantung bagaimana gambar diri seseorang itu terbentuk dan tentunya semua menginginkan kita memiliki gambar diri yang baik atau sehat. Bagaimana membangun gambar diri yang baik atau sehat? Ada 3 hal penting untuk membangun gambar diri yang sehat yaitu :

1. Mempraktekkan Hidup Dalam Kebenaran. (Yohanes 14:6)

Mempraktekkan hidup dalam kebenaran tidak selamanya bergantung dengan pola pikir bahwa lakukan semua yang tertulis dalam firman Tuhan dan kemudian menjadi seorang yang agamawi. Tetapi lebih melihat bahwa firman Tuhan adalah buku kehidupan yang mengajarkan kita apa yang harus kita lakukan bukan apa yang Tuhan minta kepada kita. Jadi maksud hidup dalam kebenaran adalah tidak bertindak dari apa yangkita lihat dan apa yang kita tahu, tetapi mendekatkan diri kepada Yesus Kristus. Apabila kita mau hidup dalam kebenaran, kita mau terbuka atau jujur dalam mengakui kekurangan, kelemahan, dan kesalahan kita ( Lukas 12 : 57 ) dalam arti dapat menilai diri sendiri dengan benar. Ada 3 berkat dari hidup dalam kebenaran yaitu: tidak hidup dalam ketakutan, tidak hidup dalam kesemuan/penyangkalan, terlepas dari rasa tidak aman.

2. Mempraktekkan Penerimaan Diri Sendiri

Menerima keberadaan diri sendiri dengan apa adanya
merupakan kunci untuk memulihkan gambar diri yang
sehat. Ada 3 tingkatan penerimaan diri sendiri yaitu :
- Merasa diri bernilai dan memiliki self commitment
- Mensyaratkan kesediaan kita untuk mengalaminya (Amsal 28:13)
- Memahami Diri sendiri.

3. Mempraktekkan Rasa Tanggung Jawab

Kita mau belajar bertanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan kita. Segala apapun, kondisi, dan keberadaan kita, kita sendirilah yang menjadikannya entah itu membawa kepada kesejahteraan atau keburukkan. Jadi jangan kita menyalahkan orang lain, keadaan di sekeliling kita, atau bahkan Tuhan, tetapi kita sendiri harus mau ambil tanggung jawab itu atas segala kehidupan kita. Kita bertanggung jawab dalam hal apa saja dalam kehidupan pribadi kita? Disini akan kita lihat beberapa bentuk tanggung jawab yang harus kita ambil yaitu :
• Bertanggung jawab atas pencapaian dari apa yang kita inginkan
• Bertanggung jawab atas pilihan-pilihan dan tindakan kita
•Bertanggung jawab atas perilaku terhadap orang lain
•Bertanggung jawab atas prioritas dalam penggunaan waktu
•Bertanggung jawab atas kebahagiaan pribadi sendiri
•Bertanggung jawab atas meningkatkan harga diri

Mari kita perbaiki gambar diri kita menjadi baik atau sehat kembali dengan mulai senantiasa mempraktekkan hidup dalam kebenaran, mau menerima diri sendiri apa adanya, dan mau belajar mengambil tanggung jawab atas diri kita sendiri. Apabila kita melakukan ketiga hal ini percayalah hidup kita akan mengalami perubahan dan pemulihan sehingga hidup kita juga diberkati. AMIN